Bagi para pengguna ponsel yang bisa dibilang kurang puas dengan device yang dipilihnya, mungkin akan melakukan “oprek” pada ponselnya. Kurang puas kenapa? Banyak hal, bisa karena performanya kurang baik, tampilan kurang menarik, UI bawaan pabrik terasa berat, dll.
Salah satu yang dibutuhkan oleh “oprekers” dalam melakukan penyesuaian pada ponselnya adalah aplikasi ADB dan Fastboot. Mainan apakah itu?
Apa itu ADB dan Fastboot?
Android Debug Bridge (ADB) adalah alat command line serbaguna yang memungkinkan Anda berkomunikasi dengan perangkat. Perintah adb memfasilitasi berbagai tindakan perangkat, seperti menginstal dan men-debug aplikasi, dan memberikan akses ke shell Unix yang dapat Anda gunakan untuk menjalankan berbagai perintah di perangkat.
Fastboot adalah sebuah tool yang terdapat pada sistem Android yang dapat digunakan untuk mem-flash partisi pada Android, melakukan recovery, melakukan pembaharuan firmware, dan lainnya. Ini bisa dilakukan dengan memasukkan perintah melalui command prompt di PC ataupun melalu terminal di Android.
Kebanyakan, tutorial untuk menginstal tool tersebut dibuat untuk sistem operasi Windows. Mungkin ada beberapa yang dibuat untuk sistem operasi linux, tapi kebanyakan khusus untuk Ubuntu dan turunannya.
Bagaimana dengan Fedora? Secara umum sama saja. Hanya mungkin ada perbedaan perintah yang digunakan, berkaitan dengan paket manager yang digunakan.
Beginilah cara installnya
# dnf install android-tools
(tanda di atas menunjukkan ini diinstall dalam mode root)
Setelah menginstal, kita sudah bisa menggunakan perintah ADB dan fastboot seperti halnya di Windows.